Perumahan

Harga Bahan Bangunan Melambung Tinggi di Musim Penghujan

Musim hujan, harga bahan bangunan kian menjulang tinggi. Apa yang mesti dilaksanakan?

Kenaikan Harga Bahan Bangunan

Musim hujan di awal tahun ini ternyata memberi donasi yang cukup besar kepada kenaikan harga bahan bangunan. Pun kenaikan harga bahan bangunan menempuh hampir 100% persen pada beberapa bahan bangunan yang vital. Hal ini juga dicontoh dengan kenaikan permintaan kepada pasar properti. Batu bata ialah salah satu harga bangunan yang mengalami kenaikan cukup tinggi di awal tahun ini.Harga batu bata menjulang hingga angka 60% dari harga semula, pada kisaran awal harga batu bata ialah Rp 350 /batu bata tetapi mengalami kenaikan hingga Rp 550/batu bata.

Selain batu bata, harga bahan bangunan lain yang mengalami peningkatan ialah harga semen instan, pasir, dan lain-lain yang ditengarai mengalami kenaikan lebih dari dua bulan sebelum pergantian awal tahun.

Unsur-elemen yang menyumbang kenaikan cukup signifikan pada harga bahan bangunan ialah elemen cuaca, yang acap kali mengakibatkan kendala transportasi menjadi macet atau terhambat. Sehingga pasokan bahan bangunan menjadi seret dan mengakibatkan harga pasar melonjak tinggi.

Seperti semen Tiga Roda yang semula memiliki harga per sak Rp 55.000 ketika ini pun melonjak menjadi Rp 59.000, /sak. Tidak hanya semen, pasir juga demikian kisaran harga pasir di awal ialah Rp 120.000/pickup tetapi mengalami kenaikan hingga Rp 140.000/pickup. Untuk ukuran pasir per truk ialah Rp 1.500.000/truk dari harga asal Rp 1.250.000/truk. Ini disebabkan buruknya cuaca sehingga distribusi semen menjadi seret, walaupun untuk pasir, cuaca juga menyumbang karena kenaikan harga bahan bangunan, karena penambangan pasir menjadi sedikit tersendat.

Meski pada kenaikan harga batu bata, cuaca mengakibatkan banyak sekam sebagai bahan bakar pembuatan batu bata menjadi terhambat. Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banyak sekam yang menjadi berair dan susah untuk dipakai sebagai bahan bakar pembuat batu bata.

Selain beberapa harga bahan bangunan di atas, cat juga mengalami kenaikan harga, contohnya cat merek Paragon yang semula memiliki harga dengan kisaran Rp 55.000/kaleng menjadi Rp 61.000/kaleng.

Mengantisipasi Kenaikan Harga

Kenaikan beberapa harga bahan bangunan tersebut dievaluasi cukup wajar oleh ahli ekonomi, disebabkan karena musim penghujan yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Meski hara bahan bangunan menyumbang 60% kisaran biaya pada produksi proyek-proyek kontruksi, walaupun sisanya ialah biaya yang dikeluarkan untuk energi kerja dan biaya administrasi serta lain-lain. Tidak heran seandainya harga properti  di awal tahun ini pun menjulang tinggi.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan di awal tahun ini, para ahli memberi rekomendasi kepada konsumen yang sedang mendirikan bangunan atau pun kesibukan bangunan lainnya, contohnya renovasi, untuk membangun secara bertahap tanpa mesti mengurangi jumlah bahan bangunan yang digunkaan, ini disebabkan rumah ialah aset dan hunian tinggal yang akan dipakai selamanya, sehingga pengurangan bahan bangunan di sana-sini pun dapat menyebabkan kerugian karena kualitas energi bangunan akan menjadi berkurang.